Selasa, 04 Desember 2012 - 21:40:23 WIB
Nikah Sirih Aceng-Fany Cacat Hukum dan Bisa Dipidanakan Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 178 kali

JAKARTA, selaluonline.com- Pernikahan siri Bupati Garut Aceng Fikri dengan Fany Oktora yang hanya berlangsung selama empat hari ternyata mengandung banyak kecacatan atau pelanggaran hukum yang bisa menyeret Aceng ke ranah hukum pidana. "Pertama, dia bisa dijerat pasal berhubungan seks dengan anak di bawah 18 tahun, karena Fany saat itu masih anak-anak, dan itu melanggar hukum, dia terancam hukuman 15 tahun penjara," tegas Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Selasa (4/12/2012).

Kalaupun UU Perkawinan menyebutkan perempuan boleh menikah setelah berumur 16 tahun, Aceng tetap telah melanggar peraturan turunannya.

"Peraturan pemerintah menyebutkan, pejabat publik dan PNS haru menyertakan izin tertulis dari istri pertama jika hendak menikah lagi. Di sini Aceng tak memiliki izin dari istri pertamanya," tuturnya.

Selain itu, dalam putusan Mahkamah Konstitusi disebutkan, suami yang mnceraikan istri sirrinya masih memiliki tanggung jawab perdata terhadap istri dan anaknya. Dalam hal ini, Aceng masih harus menyelesaikan tanggung jawabnya terhadap Fany, bukan malah menuntut semua yang ia berikan untuk dikembalikan karena Fany tak sesuai keinginannya.

"Di sini kami juga melihat jelas adanya praktik perdagangan manusia karena Aceng secara jelas menyebutkan nominal uang untuk bisa menikahi Fany. Kami melihat, di sini ada transaksi," tandasnya.

Bahkan, ucap Arist, keluarga Fany yang mendukung terjadinya pernikahan dini Fany bisa dikenakan pidana jika mengacu pada UU Perlindungan Anak, apalagi dengan disertai transaksi ekonomi.

Dari segi kemanusiaan, Aceng juga dinilai sangat bersalah. Dia menyampingkan nilai-nilai kebaikan dari sebuah pernikahan. Terlebih, dia menceraikan Fany dengan alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena Fany sudah tidak perawan dan mulutnya bau.

"Ini tidak masuk di akal, ini namanya tindak pelecehan terhadap kaum perempuan, apalagi alasan-alsan itu diumbar-umbar ke publik dengan cara yang sangat memojokan korban dan keluarganya," kata Arist.

Selain itu, tambahnya, keluarga Fany juga merasa tidak memiliki kesempatan untuk meng-counter pernyataan-pernyataan Aceng yang memojokkan mereka.

"Dalam perspektif perlindungan anak, selain mengupayakan terapi bagi Fany, kami mengupayakan agar Aceng segera dipidanakan. Perkara jabatan politisnya, itu bukan urusan kami dan yang penting hukum harus ditegakkan," pungkasnya. (imas)





Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.