Selasa, 09 Oktober 2012 - 02:24:32 WIB
Bea Cukai Tangkap Gula dan Ketan Selundupan dari Thailand Kategori: Info Keluarga - Dibaca: 295 kali

BANDA ACEH, selaluonline.com- Petugas Bea Cukai Banda Aceh berhasil menyita 1,1 ton gula dan sekitar 4 ton beras ketan asal Thailand yang hendak diselundupkan melalui Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (8/10/2012 ). Barang-barang tersebut dibawa oleh sejumlah ibu-ibu dari Sabang dengan menumpang kapal feri penyeberangan.

Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Tipe A3 Banda Aceh Beni Novri menyebutkan, tangkapan gula dan beras ketan tersebut masing-masing dikemas dalam 22 zak dan 151 zak. Satu zak gula berisi 50 kilogram, sedangkan satu zak beras ketan ada berisi 25 kilogram dan 35 kilogram.

"Barang-barang tersebut termasuk barang ilegal dan dilarang masuk ke wilayah di luar Sabang karena tak ada bea masuk dan pajak impor," tegas Beni.

Barang-barang impor tersebut didatangkan dari Thailand ke Sabang tanpa bea masuk. Hal ini karena Sabang merupakan kawasan bebas perdagangan. Namun, barang-barang impor tersebut dilarang dibawa keluar ke Sabang.

Pelaku penyelundupan tersebut ada belasan orang, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Mereka membawa ratusan karung berisi beras ketan dan gula dengan menumpang kapal feri penyeberangan Sabang-Banda Aceh pukul 09.00.

Sesampainya di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, sejumlah petugas Bea Cukai Banda Aceh dan Kepolisian Resor Ulee Lheue memeriksa karung-karung tersebut. Mengetahui ada petugas memeriksa, para pelaku sempat menyembunyikan karung-karung beras ketan dan gula tersebut ke tepi pantai, gubuk, dan tanki-tanki kosong di sekitar pelabuhan.

Namun, upaya tersebut sudah terendus para petugas, sehingga barang-barang tersebut akhirnya ikut disita.

Penyelundupan barang impor, khususnya gula dan beras, dari Sabang ke Ulee Lheue bukan kali pertama terjadi. Beberapa kali petugas Bea Cukai Banda Aceh menggagalkan upaya penyelundupan yang umumnya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dari Sabang.

Pelaku tergiur membawa barang-barang tersebut ke Banda Aceh, karena adanya selisih harga yang bisa menguntungkan. Satu karung gula mereka beli dari toko-toko di Sabang seharga Rp 480.000. Mereka lalu menjual ke Banda Aceh seharga Rp 560.000. (vikes)





Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.