Jumat, 21 September 2012 - 01:21:54 WIB
Derita TKI Yang Bekerja di Perkebunan Malaysia Harus Dihentikan Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 203 kali

JAKARTA, selaluonline.com- Serangkaian kasus pelecehan, penistaan yang dialami para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di area perkebunan di Malaysia sudah cukup memprihatinkan. Buktinya, selain mendapat upah yang sangat murah, para TKI itu juga kerap dipekerjakan melebihi jam kerja.

“Serangkaian kasus penistaan TKI di Malaysia masih berlangsung, baik berupa kematian berulangkali dengan penembakan oleh polisi Malaysia, eksploitasi perusahaan perkebunan yang mempekerjakan TKI tidak berdokumen lengkap melalui pemberlakuan upah murah, penyanderaan gaji,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar Ricky Rachmadi

Selain itu, ketiadaan layanan kesehatan, kondisi pemondokan yang tidak layak, selain tidak membolehkan TKI diikuti keluarga meski harus berada sekian lama di basis perkebunan.  Hal itu, merupakan kenyataan pahit untuk segera diakhiri, katanya.

"Derita TKI perkebunan akan selalu terungkap jika hanya menyerahkan kepada Malaysia, yang terbukti banyak menghinakan serta mengorbankan keberadaan TKI," katanya.

Apalagi, kata Ricky, seringkali para TKI yang berangkat tidak resmi namun jumlahnya mencapai ratusan ribu orang di berbagai perkebunan Malaysia itu, kerap dijadikan target pengejaran aparat hingga ke hutan-hutan dengan risiko terancam fisiknya, termasuk menjadikannya pihak yang mudah diperas oleh oknum kepolisian Malaysia.

"Jadi, para TKI ini memang terus dijadikan obyek ketidakberdayaan oleh pemilik perkebunan sehingga untuk tujuan mempertahankan penderitaan TKI, para pengguna juga tak segan-segan bekerja sama dengan aparat resmi agar TKI semakin tidak berdaya," ujarnya.

Menurut dia, jumlah ratusan ribu TKI tanpa dokumen ketenagakerjaan itu bukan tanpa bukti.

Data BNP2TKI 2012 menunjukkan di negara bagian Sabah terdapat sekitar 200 ribu TKI sektor perkebunan yang sebagiannya bekerja tidak dengan dokumen resmi. (jasi/ant)





Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.