Jumat, 21 September 2012 - 00:03:40 WIB
Kejaksaan di Bangkalan Mendapat Kado Tikus Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 217 kali

BANGKALAN, selaluonline.com- Puluhan perwakilan warga dari Kelompok Masyarakat Peduli Tani (KMPT) memberikan kado berisi tikus kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, Jawa Timur, Hentoro Cahyono, saat menggelar aksi demo di Kantor Kejari Bangkalan, Kamis (20/9/2012). Warga menilai, Kajari Bangkalan gagal menuntaskan berbagai kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Bangkalan.

Syaiful Anam, perwakilan warga mengatakan, kado tikus hidup-hidup itu sebagai bukti keprihatinan masyarakat kepada Kajari Bangkalan dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi yang belum terselesaikan secara optimal.

"Selama 14 tahun dalam kasus KUT misalnya, hanya menyeret 7 tersangka. Sementara calon tersangka lainnya masih dibiarkan bebas," ungkapnya.

Menurut Syaiful, kasus penyelewengan dana Kredit Usaha Tani (KUT) yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 68 miliar, hanya sebagian kasus saja. Tetapi yang membuatnya heran, kasus yang sudah lama itu seakan-akan sudah habis ditelan bumi. "Sampai kapan pun akan kami desak Kejari Bangkalan untuk menuntaskan kasus kerugian negara ini," imbuhnya.

Tidak tuntasnya kasus penyelewengan dana KUT itu, dinilai karena Kejari Bangkalan melakukan tebang pilih orang. "Masih banyak orang yang menikmati dana hibah itu demi kepentingan perutnya sendiri, kelompoknya sendiri untuk memperkaya diri sendiri. Ini jelas korupsi di depan mata," tandas Syaiful.

Sementara itu, Kajari Bangkalan, Hentoro Cahyono di hadapan massa mengatakan, pihak akan menampung semua aspirasi para pendemo, khusus untuk kasus KUT. Pihaknya tidak diam seperti apa yang disampaikan masyarakat.

"Kami tetap bekerja dan sudah kita tetapkan tujuh tersangka dalam kasus KUT. Kami minta dukungan masyarakat agar ada tersangka baru dalam kasus ini," katanya.

Sebagai tindak lanjut atas kasus KUT itu, lanjut Hentoro, pihaknya sudah memanggil Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk dimintai keterangan.

"Kita tidak mudah menangkap dan menetapkan orang menjadi tersangka kalau tidak ada bukti yang mendukung. Kalau tanpa ada bukti maka tidak bisa menetapkan tersangka baru. Namun yang perlu kami tegaskan, kami tidak pernah diam dan terima kasih atas kadonya yang sudah diberikan kepada kami," pungkas Hentoro. (risa/kcm)





Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.