
Minggu, 05 Agustus 2012 - 01:23:14 WIB
Duh...PMI DKI Jakarta Nyaris Kehabisan Darah Kategori: Metropolitan - Dibaca: 146 kali
JAKARTA, selaluonline.com- Persediaan darah di DKI Jakarta tinggal tersisa 1.900 kantong. Persediaan ini diprediksi akan habis dalam dua-tiga hari kedepan dengan asumsi jika tidak ada pendonor. Meskipun persediaan darah masih ada, tapi untuk darah golongan A dan AB nyaris kosong.
"Apalagi jumlah pendonor di masa puasa ini merosot tajam Pada hari biasa, UTD bisa mengumpulkan 1.000 kantong darah dalam sehari. Adapun jumlah pendonor yang tercatat sekitar 300.00 orang,” kata Kepala Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta dr Salimar Salim, MARS, Sabtu (4/8/2012).
Seusai donor darah, pendonor baru bisa mendonorkan darah lagi sekitar 3 bulan kemudian. Adapun pemakaian darah tidak melebihi 1.000 kantong darah per hari. "Supply and demand berimbang, tapi supply agak lebih banyak," kata Salimar.
Namun, saat puasa, jumlah pendonor merosot 70 persen atau dari 1.000 orang menjadi 300 orang per hari. Padahal, kebutuhan darah tetap sekitar 1.000 per hari. Akibatnya, saat ini, pasokan darah PMI menjadi kritis.
"Terutama untuk golongan darah A dan AB yang permintaan trombositnya banyak," kata Salimar.
Stok darah kritis terutama dialami oleh PMI Jakarta Timur. Wilayah ini merupakan yang paling kritis sebab selama puasa ini maksimal hanya dapat mengumpulkan dua pendonor dalam sehari. Saat ini, ketersediaan darah B dan AB kosong.
Untuk darah A ada 106 kantong, O ada 112 kantong, dan darah lengkap untuk operasi golongan A, B, dan AB kosong sedangkan golongan O ada 9 kantong.
Ketua PMI Jaktim Kustono mengaku amat khawatir dengan stok darah yang ada. Untuk menyelamatkan stok, jumlah pendonor harus bertambah. Masalahnya, dalam bulan puasa, ada persepsi yang keliru.
Pertama, masih ada masyarakat yang menilai bahwa mendonor darah pada masa puasa akan membatalkan ibadah ini. Padahal, untuk hal ini, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa bahwa mendonor darah saat puasa tidak membatalkan ibadah bahkan menambah pahala.
Kedua, ada persepsi juga bahwa mendonor darah pada puasa bisa membuat tubuh lemas. Padahal, menurut PMI, mendonor darah bisa dilakukan seusai buka atau malam hari. UTD pun buka 24 jam secara nonstop. (nvis)
Berita Terkait:

0 Komentar :
Isi Komentar :


















