Jumat, 28 Oktober 2011 - 00:06:16 WIB
Pekerja Seks Anak di Bawah Umur Dibayar Rp 100.000 Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 7082 kali

JAKARTA, selaluonline.com - Para remaja atau anak di bawah umur dirayu untuk dijerumuskan ke dunia prostitusi (menjual diri). Mereka dirayu untuk mendapatkan uang Rp 100.000 setiap selesai memuaskan nafsu para pria hidung belang.

Begitulah sepenggal kisah terungkapnya sindikat prostitusi anak dibawah umur di sebuah rumah di Jalan Siaga Swadaya, Pejaten Barat, Jakarta Selatan yang dibongkar polisi, pada 24 Oktober 2011, kemarin.

Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Fitria Mega mengatakan, dari pengungkapan jaringan itu, pihaknya baru menemukan satu anak di bawah umur yang menjadi korban pelampiasan budak seks.

"Namun, di dalam catatan kami ada empat orang lagi yang juga jadi pemuas seks di situ dan di bawah umur. Usia mereka belasan tahun, tetapi belum mencapai 17 tahun. Ini masih kami dalami," ujarnya, Kamis (27/10), di Mapolrestro Jakarta Selatan.

Fitria mengatakan, seorang remaja yang menjadi pemuas seks adalah DS (14). Dari cerita DS, diketahui cara kerja jaringan itu. "Biasanya CP alias Cepot yang bekerja sebagai sopir angkot mencari para remaja yang butuh uang tambahan, di situ DS berkenalan," tutur Fitria.

DS ketika itu membutuhkan uang tambahan untuk pergaulan, sementara kedua orangtuanya hanya seorang pekerja pas-pasan. Cepot yang melihat peluang itu langsung menawarkan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang instan. Dikenalkanlah DS dengan NN yang berprofesi sebagai mucikari sebuah rumah bordil di Pejaten, Jakarta Selatan. NN memiliki banyak pelanggan tetap. Setiap ada gadis-gadis anak dibawah umur berwajah baru yang datang, NN langsung mempromosikannya ke para pelanggan.

"Satu kali melayani pelanggan dibayar Rp 300.000. Sebanyak Rp 100.000 untuk si korban, Rp 100.000 untuk bayar kamar, dan Rp 100.000 untuk mucikarinya. Jadi, korban juga hanya dapat Rp 100.000," tutur Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Irawan.

Rumah sederhana yang dimiliki mucikari NN pun setiap malam banyak didatangi para remaja tanggung. "Mereka jadi sering main setiap malam ke rumah mucikari itu. Kalau ada tertarik, ya bisa langsung diajak begitu," imbuh Fitria.

Fitria mengatakan, meski para remaja tanggung ini secara sadar menjajakan dirinya, ia menegaskan bahwa para remaja ini adalah korban. "Mereka butuh bimbingan agar tidak lagi melakukan perbuatan itu," ungkap Fitria.

Ia juga melihat apakah orangtua terlibat dalam jaringan prostitusi itu. Apabila para orangtua sengaja menjajakan anaknya, polisi akan tegas memidanakan para orangtua itu. (mas/kcm)




Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.