Minggu, 04 Maret 2012 - 16:16:53 WIB
Bawang Merah Impor Melimpah, Petani 'Meradang' Dimusim Panen Kategori: Nasional - Dibaca: 182 kali

CIREBON, selaluonline.com- Bawang merah impor diam-diam menyusup ke pasar tradisional di Kabupaten Cirebon, Indramayu, Jawa Barat dan Brebes, Jawa Tengah. Akibatnya, ribuan petani bawang di daerah tersebut terancam gulung tikar alias merugi, karena harga bawang merah jadi anjlok. Bawang merah impor itu masuk, disaat petani sedang musim panen.  

Suhartoyo, petani bawang merah di Cirebon, Minggu (3/3/2012) mengatakan, harga bawang merah sempat stabil untuk eceran Rp9.000 per kilogram. Dalam masa panen raya seperti sekarang, harganya anjlok menjdi sekitar Rp3.500 per kilogram untuk kualitas baik. "Diperkirakan ribuan petani Pantura akan gulung tikar akibat melimpahnya bawang merah impor," katanya.

Dia mengatakan, biaya tanam bawang merah cukup tinggi karena modal tanamnya sekitar Rp 5.000 per kilogram Dengan harga jual di bawah modal, petani akan merugi berkali-kali lipat, karena jika hasil panen bawang disimpan akan membusuk.

Harga bawang merah terus anjlok sejak tahun 2009. Pada tahun sebelumnya, harganya berjalan normal dan petani masih mendapatkan untung setiap kali panen. Ini terjadi karena saat itu bawang merah impor dibatasi. Kini hasil panen petani lokal bersaing dengan bawang merah impor.

Bawang merah ‘sampah’

Ketua Dewan Bawang Merah Nasional Sunarto mengatakan, harga bawang merah terus anjlok akibat melimpahnya bawang impor. Meski bawang impor berkualitas lebih rendah dibanding bawang lokal, pasar tetap memilih bawang merah impor berharga murah sehingga terjadi persaingan tidak sehat.

Bawang merah impor yang dikirim dari India merupakan sampah bawang sehingga harga dasarnya murah sekitar Rp1.000 per kilogram. Petani lokal memerlukan modal tanam Rp5.000 per kilogram saat musim hujan karena pasokan air mudah dan murah.

Sunarto mengatakan, jutaan orang yang terlibat dalam usaha bawang merah diperkirakan akan rugi besar karena mereka harus bersaing dengan harga murah dan tak dapat menekan modal tanam. Ia berharap pemerintah bisa membatasi impor bawang merah tersebut.

Johansyah, pengusaha bawang merah di Cirebon, mengatakan bahwa ribuan buruh bawang merah terancam kehilangan pekerjaan. Mereka terpaksa dirumahkan karena sepi permintaan bawang merah untuk dikirim ke berbagai kota. (cis/kcm)

 

 

   





Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.