Jumat, 10 Februari 2012 - 02:16:05 WIB
Oknum Polisi Peras SPBU di Cengkareng Diseret ke Pengadilan Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 303 kali

JAKARTA, selaluonline.com- Kasus pemerasan yang melibatkan oknum polisi kembali terjadi. Kali ini oknum polisi bersama oknum wartawan surat kabar mingguan memeras pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Mereka memeras dengan meminta uang sebesar Rp 150 juta, agar kasus pengurangan takaran yang selama ini dilakukan SBPU tersebut tidak diproses secara hukum. Akibat perbuatannya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endang, menyeret mereka ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (9/2/2012)  

JPU Endang menyebutkan, kasus tersebut terjadi pada tanggal 12 Mei 2011 lalu. Saat itu terdakwa Edwin Simolang, yang juga karyawan SPBU mengaku sakit hati dengan pimpinannya Rahmad Sani Markondang karena sering dimarahi.

Untuk membalas sakit hatinya, lalu Edwin mengubungi terdakwa lain yaitu Imam Agus Heri, yang bekerja sebagai wartawan mingguan untuk memeras bosnya. Edwin memberikan bocoran pada Heri jika di SPBU tersebut telah dipasang alat untuk mengurangi takaran BBM.

Dengan modal informasi tersebut Heri lalu menemui terdakwa lain Ahmad Kurnia, yang bertugas di BNN. Karena sebagai anggota polisi yang berdinas di BNN tidak bisa menyelidiki kasus tersebut, akhirnya Ahmad menemui bekas atasannya Budi Santoso sebagai perwira menengah di bertugas di Polda Metro Jaya.

Mendapat laporan tersebut, kemudian  Budi Santoso mengeluar surat perintah penyelidikan ke SPBU tersebut. Dengan bekal surat tersebut mereka langsung menemui korban.

“Saya hanya diberikan surat oleh bekas atasan saya yang dulunya bertugas di Unit Jatanras Polda Metro Jaya untuk mengusut laporan tersebut,” ungkap terdakwa Ahmad Kurnia.

Karena pemilik tidak mau urusan dibawa keranah hukum, akhirnya mereka meminta uang damai sebesar Rp 150 juta. Namun karena pemilik hanya memiliki uang cash Rp20 juta, sisanya dibayar dalam bentuk cek.

 “Dalam pembagian uang tersebut saya dapat Rp.22 juta, oknum wartawan Rp11 juta dan sisanya diberikan ke Budi Santoso,” jelas Ahmad Kurnia di persidangan.

Tidak puas dengan uang damai tersebut, mereka juga kembali menghubungi Edwin Simolang untuk bisa disampaikan ke atasannya agar diberikan uang bulanan. Mereka masih minta uang bulanan sebesar Rp 7 juta.

Merasa diperas terus menerus akhirnya korban Rahmad Sani melaporkan kejadian tersebut. Hingga kemudian para oknum polisi bersama oknum wartawan dan karyawan SPBU ditangkap.

 “Akibat perbuatannya itu, mereka kami kenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” kata JPU Endang. (mas)

 




Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.