Kamis, 05 Januari 2012 - 20:40:12 WIB
Gara-gara Putus Cinta, Seorang Perawat Nekat Bunuh Diri Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 152 kali

JAKARTA, selaluonline.com – Diduga diputuskan cintanya oleh sang pacar, seorang perawat RS Citra Harapan Indah, Bekasi, nekat bunuh diri dengan cara menyuntikan cairan ke dalam tubuhnya hingga menyebabkan mengeluarkan darah dan busa dari mulut korban.

Martatina Herlina, 27, mengakhiri hidup di kamar rumahnya di Cakung Barat, Jaktim Rabu (4/1) kemarin sekitar pk. 19:00. Tidak ada satupun orang yang mengetahui peristiwa tersebut, pasalnya korban hanya seorang diri di rumah.

“Saya dapat kabar katanya dia (korban) diputisin sama pacarnya, makanya dia nekat bunuh diri, tapi ada juga yang bilang katanya dia stress dilangkah sama adiknya,” kata Erni, 26, salah satu rekan korban, Kamis (5/1) yang ditemui saat akan melayat ke rumah duka.

Polisi yang datang ke tempat kejadian setelah mendapat laporan dari orang tua korban, menemukan sebuah botol bening di sekitar tubuh korban yang kemungkinan besar cairan tersebut dimasukan ke tubuh korban.

“Kita menemukan botol kecil bening di sekitarnya, namun kita belum mengetahui itu cairan apa, karena masih dalam pemeriksaan,” kata Kapolsek Cakung, Arsdo Simatupang, Kamis (5/1/2012).

Anak kedua dari lima bersaudara pasangan Olan Togatorop, 57, dan Ny. Tampubolon, 55, memang tinggal terpisah di lain RT dari kedua orangtua dan adik-adiknya. Sehingga tindakan nekat korban tidak ada yang mengetahuinya. Namun aksi yang dilakukannya itu bisa dikatakan sudah direncanakan korban, pasalnya sang adik Teti, 24, baru saja meninggalkan dia untuk pergi ke warung, akan tetapi begitu Teti kembali pintu rumah dua lantai tersebut sudah terkunci dari dalam.

Sang ayah yang seorang pedagang di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) saat ditemui di kediamannya tidak menyangka dengan apa yang dilakukan anaknya. Diapun tidak mengetahui masalah apa yang tengah dialami Tina selama ini. “Saya nggak tahu dia punya masalah apa, saya cuma dapat kabar dari anak saya Teti, kalau dia sudah tewas. Makanya pintunya langsung saya dobrak,” ungkap Olan.

Tetangga pun tak ada yang menyangka dengan apa yang dilakukan korban. Walaupun korban dikenal tertutup namun warga sekitar menganggapnya ramah karena selalu tegur sapa bila berpapasan. “Orangnya baik, kalau lewat sering tegur. Cuma jarang ngorol,” kata Sakimin salah seorang tetangga.

Korban pada Kamis (5/1) siang langsung dimakamkan di TPU Pondok Rangon. Sementara polisi masih belum bisa menyimpulkan apa motif dari kasus bunuh diri tersebut karena masih melakukan pemeriksaan beberapa saksi. (mas)




Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.