Jumat, 13 September 2013 - 00:28:51 WIB
Pelaku Judi Fajar Pakong Ditangkap Polisi Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 352 kali

SERANG, selaluonline.com- Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polres Serang menciduk lima pengecer dan dua perekap judi jenis Fajar Pakong, disebuah rumah kontrakan di Kampung Pesisir, Desa Kedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten. Serang, Kamis (12/9/2013) siang. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa uang taruhan Rp3.752.000, puluhan gepok kupon judi, buku rekap dan pulpen.

Ketujuh tersangka yang kini diamankan di ruang Unit 1 Satuan Reskrim Polres Serang yaitu Aliyudin alias Onjo (24), Sambas (24), Multajam (33), Edar (20), dan Dayat alias Doyok (30), warga Kp Pesisir, Desa Kedalemanan

Sedangkan tersangka Budi (35), dan Harizal alias Santari (42), diketahui sebagai warga Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Fredya Triharbakti menyebutkan penggerebegan sarang judi di rumah kontrakan milik Fadilah di Kp Pesisir ini dilakukan sekitar pukul 13:00 WIB.

Penggrebekan berkat informasi warga setempat yang resah karena dalam beberapa hari, warga kampungnya yang semula berprofesi sebagai nelayan dan buruh berubah menjadi pengecer kupon judi Pakong. “Beberapa tokoh masyarakat mengaku resah karena perjudian marak di kampungnya,” kata AKP Fredya didampingi Kanit 1, Iptu Vokky H Sagala.

Dari laporan itu, Tim Tekab dipimpin Iptu Oka Nur Hidayat langsung bergerak untuk menggerebek rumah kontrakan yang dijadikan sarang judi. “Lima tersangka warga Kp Pesisir diketahui sebagai pengecer kupon judi, sedangkan 2 warga Kronjo bertugas merekap nomor-nomor judi,” terang Kasat seraya mengatakan tersangka dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Santari, salah satu tersangka mengaku sudah 10 hari beralih profesi sebagai pengedar judi pekong.  Pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini mengaku tergiur jadi pengedar judi karena mendapat imbalan Rp 100 ribu.

“Saya tertarik karena mendapatkan upah Rp100 ribu setiap harinya. Banyak atau sedikit kupon yang terjual, saya tetap mendapat Rp100 ribu,” kata Santari seraya mengatakan uang taruhan disetorkan kepada bandar di Jakarta. (edis)

 





Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.