Senin, 01 Juli 2013 - 01:45:41 WIB
Waduh, Dewan Kesenian Bekasi Budayakan Tradisi Koruptif Kategori: Metropolitan - Dibaca: 110 kali

BEKASI, selaluonline.com - Dewan Kesenian Kota Bekasi dianggap membudayakan tradisi koruptif. Ketika mengadakan sebuah event, misalnya, DKB selalu memberikan "uang jasa" kepada oknum PNS.

"Kalau ada event-event, pasti DKB menganggarkan uang untuk PNS. Bisa sampai Rp2 juta sekali event. Kata Ketua, itu untuk uang jasa karena PNS sudah mau memuluskan dana untuk DKB," kata Muhammad Mahrus, anggota komite teater DKB, Minggu.

Sementara, Ketua DKB Ridwan Marhid, mengatakan, uang tersebut bukan termasuk budaya koruptif. "Memang kebiasaanya sudah seperti itu. Kami mesti memberikan imbalan untuk pegawai," kata Ridwan yang juga seorang PNS.

Anne Matahari, pegiat Komunitas Sastra Kalimalang mengatakan, DKB sebenarnya tidak perlu memberikan imbalan untuk PNS. "Karena PNS kan sudah digaji," kata Anne.

Menurut Anne, lebih baik DKB memberikan imbalan lebih kepada seniman yang telah berpartisipasi dalam event. "Misalnya ada event, pemateri atau pembicaranya dikasih lebih tidak masalah. Itu malah bagus," kata Anne.

Seperti diketahui, anggaran APBD 2013 untuk DKB sebesar Rp400 juta. Oknum-oknum PNS itulah yang dianggap sebagai 'dewa' bagi DKB karena telah memperjuangkan anggaran yang lebih baik daripada tahun kemarin.(cok)




Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.