Jumat, 18 November 2011 - 10:38:42 WIB
Bendungan Air di Bogor Meningkat, Warga Kali Ciliwung Siaga Kategori: Metropolitan - Dibaca: 254 kali

BOGOR, selaluonline.com - Hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan Puncak, Kamis petang (17/11), menyebabkan debit air di pintu air Katulampa meningkat hingga setinggi 40 cm dari sebelumnya 10 cm.

Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman menyebutkan, debit air di bendung baru mengalami kenaikan pada pukul 17.00 WIB setinggi 40 centimeter, dimana sebelumnya pada pukul 13.00 WIB masih 10 cm.

"Air baru datang, sekarang naik 40 cm. Tadi siang kawasan Puncak hujan, jadi airnya baru sampe sekarang," kata Andi saat dihubungi, Kamis (17/11) kemarin.

Andi mengatakan, ada kemungkinan debit air di pintu air Katulampa mengalami kenaikan mengingat setelah sempat terhenti sebentar, hujan kembali mengguyur wilayah Bogor pada pukul 16.55 WIB.

Menurut Andi, saat ini kawasan Puncak dan Kota Bogor masih turun hujan. Sehingga kemungkinan ada kenaikan pada malam hari.

"Kemungkinan naik ada, karena air kiriman sekarang itu adalah hujan siang tadi. Sore ini Puncak termonitor sedang hujan. Jadi, kemungkinan ada kenaikan nanti malam," katanya.

Meski sudah mengalami kenaikan, lanjut Andi, status air di Bendung Katulampa masih normal karena di level 40 cm.

Pihaknya akan terus memonitor peningkatan air Sungai Ciliwung selama 24 jam dan akan siaga menginformasikan kenaikan air ke penjaga pintu air DKI, Depok dan Manggarai.

Memasuki November, intensitas hujan di wilayah Bogor cukup tinggi. Potensi hujan turun hampir setiap hari.

Karena itu, Andi mengimbau masyarakat yang tinggal disepanjang aliran Sungai Ciliwung untuk mewaspadai kenaikan air yang terjadi secara tiba-tiba.

"Masyarakat harus hati-hati selama musim hujan ini. Kenaikan air bisa terus terjadi," katanya, Jumat (18/11).

Ia menambahkan, untuk memudahkan para petugas dalam menginformasikan ketinggian air dan mengawasi kenaikan air. Kini di Bendung Katulampa telah dilengkapi peralatan canggih.

Ketinggian air bendung Katulampa yang menjadi indikator aliran air dan dampak banjir ke sungai Ciliwung di Jakarta pun tidak hanya bisa dipantau secara manual, tapi juga sudah bisa dipantau secara otomatis melalui "closed circuit TV" (CCTV).

CCTV ini dipasang di sekitar bendung, selain itu, bendung Katulampa juga dilengkapi alat ukur (Peilschaal), Analog Digital Converter Module, mobile monitoring dan komputer.

Semua ini, lanjut Andi, adalah proyek CSR Nokia Siemens Networks dan dinas pengelolaan sumber daya air (DPSA).

"Info ketinggian air di bendung katulampa selain disiarkan lewat jaringan radio juga bisa di akses di situs www.dpsda06.com," kata Andi.

Andi menambahkan, dengan adanya perlaatan tersebut staf DPSA propinsi Jawa Barat bisa memberikan informasi yang lebih akurat tentang ketinggian air di bendung Katulampa via SMS. Info ketinggian air juga boleh diakses masyarakat dari situs DPSDA.(cok/b8)




Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.