Senin, 15 April 2013 - 20:41:00 WIB
Gaun Pengantin Kenangan Abadi Didi Budiardjo Kategori: Wedding - Dibaca: 197 kali

JAKARTA, selaluonline.com - Bagi calon pengantin, pernikahan adalah wujud dan cita-cita utama untuk merekatkan belahan jiwa. Pernikahan adalah proses merangkai kehidupan belahan jiwa dan kebahagiaan yang hakiki. Perancang busana Didi Budiardjo mencamkan betul prinsip itu dalam desainnya. Buat dia, kenangan abadi sebuah cinta menjadi landasan atau dasar utama sebuah pernikahan. Semua itu dia tuangkan dalam peragaan busana berjudul Reviere di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt, Sudirman, Jakarta Pusat. Peragaan busana itu menyajikan 18 koleksi busana pengantin karya Didi.  

“Makna Reviere adalah mengajak semua orang untuk masuk ke alam mimpinya. Dan karena pernikahan merupakan impian besar bagi kaum perempuan, maka ketika hari itu tiba mereka akan mengenakan sesuatu yang terbaik, gaun istimewa,” kata Didi.

Perancang kelahiran 22 November 1970 ini mengatakan pada momen bahagia, hangat dan penuh kasih seperti pernikahan, menjadi pelabuhan ketika dua insan berpadu menjalin asa dan angan. Perayaan atas mimpi yang sama menjadi sebuah aransemen, bak sebuah couture maha karya yang agung.

“Akhirnya saya menyajikan aneka gaun yang terangkai penuh impian menjadi sebuah kenangan abadi dan tentunya menuju langgeng dan hakiki bagi pasangan pengantin,” kata Didi.

Koleksi Didi penuh keindahan siluet romantis berdetil baru yang mengagumkan. Perancang busana alumni Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo pada tahun 1989 ini menjelaskan, koleksinya kali ini akan mengusung keindahan gelombang, kaitan draperi dan gaya tumpuk bagaikan partitur musik yang mengalun dan dimainkan menjadi sebuah orkestra musik indah.

"Setiap pengantin pasti selalu ingin tampil cantik di hari pernikahan mereka, tapi dalam koleksi ini saya tidak hanya menyuguhkan busana pengantin warna putih, melainkan ada beberapa busana warna merah rubi, beige, dan champagne," ungkap Didi.

Perancang berkacamata ini pun menjelaskan nafas romantisme merasuki karyanya ke dalam temanya kali ini. Malam itu, Didi menyajikan sentuhan untaian draperi dan mayoritas cutting bertumpuk di atas kain sutera organza, tulle, sifon, shantung, dan lace yang diwujudkan dengan sangat mengagumkan. Bahkan, perancang yang ditahun 1991 memperdalam ilmu modenya di Atelier Fleuri Delaporte, Paris, Prancis ini menghadirkan motif bunga-bunga pada gaun altarnya.

Didi merupakan tipe perancang yang selalu senang menjalin kerja sama dengan pihak lain. Untuk melengkapi koleksi busana pengantinnya, kali ini dia bekerjasama dengan Sugimartono yang membantunya mendadani tata rias wajah dan rambut. Sementara aksesorinya berupa perhiasan replika tahun 50-an yang penuh warna adalah rancangan Rinaldy A Yunardi.

“Perempuan yang mengenakan gaun rancangan saya adalahperempuan yang berkarakter kuat dan pecinta keindahan. Itu sebabnya, gaun-gaun ultrafeminin siluet nan langsing yang saya buat adalah menciptakan karakter yang kuat pada pemakainya,” kata Didi.

Dan kali ini, Didi tidak memakai warna putih karena perempuan yang berani dan berkarakter kuat tidak akan terpaku pada satu warna putih saja. “Saatnya perempuan berani menyajikan warna merah rubi yang merupakan lambang keberanian perempuan kaum ningrat,” ujarnya.(jek/tem)




Berita Terkait:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

Copyright © 2011 by selaluonline.com. All Rights Reserved.